Assalamulaikum..
Ramai yang tidak jelas dengan Poligami dalam Islam, beranggapan bahwa Islam menganjurkan poligami. Tetapi ada batasnya. Sebelum Empayar Islam berkembang , pengamal poligami sangat parah bahkan memiliki belasan isteri seperti raja melayu dahulu menjadi perkara biasa. Ianya tidak terbatas hanya di dunia Arab saja bahkan negara lain di dunia.
Menurut Al-Qur’an, pada dasarnya seorang lelaki diizinkan menikahi sehingga 4 orang wanita, selama ia mampu bersikap adil kepada semua isterinya. Lelaki tersebut harus menafkahi baik ekonomi, batin, dan perasaan secara menyeluruh jika ia menginginkan lebih dari satu isteri. Jika dia tidak mampu melakukannya, maka ia elakkan dari menikahi lebih dari satu (Q 4:3).Dalam hukum Islam tradisional, bahkan seorang laki-laki tidak diizinkan menikahi seorang wanitapun jika ia belum mampu memberi nafkah dan merawat seorang isteri (Q 24:33). Menurut para ahli sunnah agama, Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang di dalamnya terdapat kalimat “marry only one”.
Al-Qur’an juga memperingatkan bahwa laki-laki tidak akan mampu berlaku adil diantara isteri-isteri walaubagaima tekun dan setulusnya dia mencuba (Q 4:129).
Dalam kisah turunnya ayat Al-Qur’an tentang poligami, kita mengetahui bahwa ayat ini diturunkan pada masa peperangan, di mana banyak janda akibat lumpuhnya para pejuang Islam. Hal ini menjadikan poligami sebagai pilihan yang masuk akal bagi para janda musim perang pada masa itu untuk memiliki suami yang mampu memberi nafkah dan melindungi.
Justeru, sebuah pernikahan yang didasari cinta, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati, jauh lebih baik daripada perzinaan. Cuma wanita masa kini hanya sibuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tentu telah diangkat martabat mereka di mata ISLAM yang suci.
Kahwin paksa adalah amat dilarang dalam Islam, seperti tertulis dalam Al-Qur’an (Q 4:19). Perkara ini tentu berkait secara langsung atau tidak terhadap isu poligami. Poligami baru boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan dari isteri pertama. Bahkan menurut para ahli hukum Islam, isteri pertama boleh menyatakan keingginannya dalam kontrak pada awal pernikahan sekiranya dia tiidak mahu dimadu, dan suami harus patuh pada perjanjian tersebut.
Kesimpulan, poligami bukanlah masalah, melainkan ianya diatur dengan baik oleh segenap lapisan manusia yang melalui dan mengaturnya. Poligami tidak boleh dilakukan semata-mata berdasarkan nafsu sehingga ianya menyakiti hati isteri yang amat melampau. Amat tidak bijaksana kita mengamalkan Poligami dengan mengambil kenyataan dari ayat suci dan menggunakannya untuk kepentingan sendiri tanpa melihat konteks keseluruhan hidup dan latar belakang yang jelas.
Wallahu alam.
No comments:
Post a Comment